Through a Glass, Darkly

Through a Glass Darkly It s almost Christmas Cecilia lies sick in bed as her family bustle around her to make her last Christmas as special as possible Cecilia has cancer An angel steps through her window So begins a spirit

  • Title: Through a Glass, Darkly
  • Author: Jostein Gaarder Elizabeth Rokkan
  • ISBN: 9781858817699
  • Page: 302
  • Format: Paperback
  • It s almost Christmas Cecilia lies sick in bed as her family bustle around her to make her last Christmas as special as possible Cecilia has cancer An angel steps through her window So begins a spirited and engaging series of conversations between Cecelia and her angel As the sick girl thinks about her life and prepares for her death, she changes subtly, in herself anIt s almost Christmas Cecilia lies sick in bed as her family bustle around her to make her last Christmas as special as possible Cecilia has cancer An angel steps through her window So begins a spirited and engaging series of conversations between Cecelia and her angel As the sick girl thinks about her life and prepares for her death, she changes subtly, in herself and in her relationships with her family Jostein Gaarder is a profoundly optimistic writer, who writes about death with wisdom, compassion and an enquiring mind Through a Glass, Darkly will not only bring comfort to the bereaved It will move and amaze everyone who reads it.

    • Best Download [Jostein Gaarder Elizabeth Rokkan] ↠ Through a Glass, Darkly || [Horror Book] PDF ↠
      302 Jostein Gaarder Elizabeth Rokkan
    • thumbnail Title: Best Download [Jostein Gaarder Elizabeth Rokkan] ↠ Through a Glass, Darkly || [Horror Book] PDF ↠
      Posted by:Jostein Gaarder Elizabeth Rokkan
      Published :2018-08-12T16:46:57+00:00

    One thought on “Through a Glass, Darkly”

    1. Terima kasih kepada sang malaikat Ariel, karena dia saya belajar banyak hal.1. Mensyukuri setiap pertumbuhan rambut, kuku, perubahan badan saya seiring usia. Karena malaikat tidak pernah tumbuh dan merasakan punya badan dari darah dan daging. Itu artinya malaikat tidak pernah merasakan deg deg ser saat menunggu sesuatu dan saat darah terasa menggelegak dari tubuh saat berita gembira akhirnya datang.2. Menikmati segenap rasa makanan yang ada, kecutnya rujak mangga muda, manis kecutnya Sour Sally, [...]

    2. So there's an angel and a sick girl who discuss heaven, creation and earth while sneaking out into winter nights if you haven't read Jostein Gaarder before that must've seemed pretty strange. Also, if you haven't read Jostein Gaarder before you're missing out on something wonderful. As with all of his books he writes children like he is one. There's a beautiful innocence and curiosity about his protagonists that you can easily get carried away with. He's also very fond of philosophy but in this [...]

    3. Para malaikat di surga tak bisa hancur. Itu karena mereka tak punya tubuh dari darah dan daging yang ditinggalkan ruh saat ajal tiba. Berbeda dengan segala sesuatu di alam semesta. Di sini, semua hal bisa rusak dengan gampangnya. Bahkan, gunung pun perlahan terbang dan berakhir sebagai tanah dan pasir. Ada keburukan di alam semesta. Ada cacat di alam duniawi.Kau tak selalu sepenuhnya memahami apa yang kau ciptakan. Misalnya, aku bisa saja menggambar atau melukis sesuatu di selembar kertas. Tapi, [...]

    4. دوستش نداشتمحتی اگه به عقب بر میگشتم و تو سن خودش می خوندمش باز هم مطمئنم که دوستش نمی داشتماین چیزای تخیلی و فانتزی هیچ وقت ژانر من نبودبه دو دلیل خریدمش: اسم یوستین گوردر روی جلد و قیمت هزار و چهارصد تومن پشت جلد! اون هم به عنوان هدیه برای خواهرمفقط خواستم قبل هدیه دادن مزه مز [...]

    5. به شدت خسته کنندهمرتب نگاه می کردم که کی تموم میشهداستان مکالمات یک دختر بچه بیمار با یک فرشته رو شرح میده که حتی اگر جملات زیبایی هم این وسط بود، اینقدر حوصله سر بر بود که به چشمم نیومد

    6. I was not halfway thru the book when I knew I would not like it and I was quite right. I was quite disappointed with the book. It has no plot what so ever. It has 2 individual talking about life, heaven, God, and things like that. I think this book is meant to make us think, provoke our thoughts, and make us wonder. And quite honestly, it didn’t. In fact, I think some of the statements contradict with each other. For example, Ariel states that God was very tired after the 7th day (after creati [...]

    7. I've returned to this novel many times. It used to be one of my favourite reads in childhood and I still adore it. I can't imagine anyone not liking this book.

    8. Gadis kecil penggemar ski yg sakit keras sehingga harus selalu terbaring di atas tempat tidurnya."Rembulan sendiri tak mengeluarkan cahaya, ia hanyalah cermin yg meminjam matahari!"--CeciliaMalaikat kecil dengan mata terang kehijauan dan jernih bagaikan safir yg bertugas menemani Cecilia di hari-hari pesakitannya."Matahari juga tidak menghasilkan sendiri cahayanya. Ia hanyalah cermin yg meminjam cahaya Tuhan."--Ariel*****Dari sinopsis asli buku & penggalan ringkasan saya di atas, anda tentu [...]

    9. Aku selalu menyukai buku-buku yang berisi tentang gagasanbab suatu gagasan menciptakan ratusan pertanyaan, ratusan gambar dan hasrat untuk terus dan terus membacaSeperti halnya buku ini yang penuh berisi gagasan tentang hidup, dunia, Tuhan dan malaikat. Apakah malaikat itu sebenarnya? apakah ia sesosok mahluk serupa anak kecil yang tidak berambut, bermata biru safir dan tidak bersayap? Untuk yang ini aku sempat tersenyum-senyum sendiribab saat aku SD, pak guru agama dengan semangatnya menceritak [...]

    10. Malaikat tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan Personifikasi manusia atas malaikat membuat malaikat identik dengan rambut kemilau, sayap bulu nan putih, serta mata biru cemerlang. Malaikat Ariel berkata pada Cecilia: “malaikat dan manusia sama-sama punya ruh yang diciptakan Tuhan.” Bedanya, manusia juga terdiri dari darah dan daging, yang membuatnya tumbuh sejak bayi hingga dewasa. Sementara, malaikat tidak. Ia hanya terdiri dari ruh, yang membuatnya bahkan tidak memiliki rambut. Malaikat [...]

    11. "Did you know that something can be so nice it almost hurts?"Because you can't run away from your own souls. You can't bite your own tails. Or perhaps that's exactly what you do: you bite your own tails until you shout and scream in fear and terror.The story was about the everyday conversation between an Angel and a sick little girl. This was very touching, very soulful and beautiful. It touched me and was in awe. It kind of made me sad in the end though. It was all about life, death and accepta [...]

    12. Bagaimana bisa saya melewatkan karya Jostein GaarderIni cerita tentang kehidupan di 2 dimensi yang berbatas tipis. Hanya melalui mimpi, kedua dimensi ini dapat kita lalui. Sungguh sangat menyentuh mendengar Cecilia menjalani hari-hari terakhirnya ditemani sang Malaikat Ariel. Namun, hari-hari akhir Cecilia adalah hari-hari penuh pelajaran dan hari-hari paling 'hidup' bagi Cecilia.Terputuskah hubungan kita dengan dunia saat kita mati? Seorang kenalan bercerita tentang kehadiran alm. kakakku di mi [...]

    13. Novel Jostein Gaarder ini tidak dipenuhi dengan narasi seperti novel-novelnya yang lain. Mengisahkan tentang Cecilia yang sakit parah hingga harus terus berbaring di kamarnya. Cecilia gadis kecil yang kritis, seringkali mempertanyakan banyak hal. Saya suka dialog antara Cecilia dan Malaikat Ariel. Makna ucapan-ucapan Malaikat Ariel begitu dalam. Membuat saya harus berkontemplasi dan berulang kali menggumam, "Hmm, begitu, ya." Poinnya adalah Tuhan telah menciptakan semua makhluk-Nya sesuai ukuran [...]

    14. Bahagia adalah kupu-kupuMengepak lemah, rendah dekat tanah,Tapi nestapa adalah rajawaliDengan dua sayap hitam raksasa nan perkasa.Ia mengangkatmu tinggi di atas kehidupan.Yang merekah di bawah sana, di hangat surya dan pertumbuhan.Rajawali nestapa tinggi terbang.Ke negri para malaikat yang setia menjagaSarang kematian.Edith Sodergran (1892-1923) hal.5Buku ini adalah sebuah dialog panjang pengantar kematian bagi seorang gadis kecil bernama Cecilia dengan seorang malaikat kecil bernama Ariel yang [...]

    15. "Banyak hal aneh terjadi, Bu. Tapi, rasanya aku memahami segala sesuatu jauh lebih baik setelah aku sakit. Seolah-olah dunia ini terlihat lebih jelas ketika kita berada di tepiannya"[h.65]Walaupun dalam kondisi bersedih atau marah, tanpa sadar manusia diam-diam akan 'mengajak' kepalanya untuk berpikir, ketika sebuah musibah datang menghampirinya. Mulai bertanya hal-hal seperti, "kenapa hal ini menimpa padanya?"; "apa yang harus dilakukan?"; "sanggup tidak menghadapinya?"; atau apapun yang intiny [...]

    16. Baru akan kita renungkan tanda-tanda kekuasaan Tuhan saat kita berpikir. Mungkin itulah yang saya rasakan saat membaca Dunia Cecilia. Indera-indera yang kita punya, serasa seperti suatu mukjizat yang luar biasa ketika dibahas dalam novel ini. Kelahiran kita ke dunia, juga berarti bahwa dunia yang mendatangi kita. Kita seperti dianugerahi seluruh dunia. Kita bisa merasakan kehadiran matahari, bulan, bintang, dan sebagian kecil jagat raya. Artinya kita memang dihadiahi oleh Tuhan sebagian karunian [...]

    17. LeseeindruckEin schönes Werk, dass gleichzeitig wohltuend und gruselig ist. Es handelt um ein junges schwer krankes Mädchen, dass diese Ungerechtigkeit verarbeitet. Es gibt viele philosophische Ansätze über die Welt, Gott und das Universum. Das einzige was mich ein bisschen gestört hat, ist das sich einzelne Figuren in sich selbst widersprochen haben. Ich weiß, dass es beim Philosophieren auch darum geht seine Meinung ab und an zu ändern, allerdings ist das nie leicht. Ich liebe bisher Jo [...]

    18. Uma menina curiosa sobre o que é ser anjo e um anjo curioso sobre o que é ser humano.Acreditando ou não em anjos, o certo é que as conversas que ambos têm quando todos os adultos dormem nos fazem pensar um pouco mais na maravilha que é o mundo e o Universo que o envolve.«Vemos tudo através de um espelho, através de um enigma. Às vezes espreitamos pelo vidro embaciado e vemos alguma coisa do outro lado. Porém, se o vidro fosse completamente limpo, passaríamos a ver tudo mais nitidamen [...]

    19. Buku ini bercerita mengenai Cecilia Skotbu yang bertemu dengan malaikat pelindungnya, Malaikat Ariel. Percakapan-percakapan mereka terjalin pertama kali di malam Natal; malaikat itu muncul begitu saja di jendela kamarnya. Sejak saat itu, mereka pun makin sering mengobrol, dengan topik-topik seputar ‘duniawi’ dan ‘surgawi’ yang menjadi fokus utama.Dan semua topik-topik itu dipaparkan dengan apik.[Review lengkap di: Dunia Cecilia]

    20. Que livro bonito! Que livro triste :~~~ vou precisar refletir sobre várias coisas depois dessa leitura.

    21. Cecilia adalah seorang gadis cilik yang tengah mengalami sakit keras. Kegiatan sehari-harinya hanyalah berada di kamar, dan hanya mengamati ornamen-ornamen yang ada di kamarnya, atau membaca Science Illustrated yang selalu dibelikan ayahnya, atau menulis di Diari Cina miliknya yang tersembunyi di bawah kolong ranjang. Tapi Cecilia tidak cukup punya tenaga untuk menulis banyak di diari itu. Tapi dia sudah bertekad untuk mencatat semua gagasan yang terlintas di benaknya saat ia terbaring di ranjan [...]

    22. Beautiful.Bukunya tipis, tapi makna yang terkandung di dalamnya luar biasa. Saya nggak bisa memikirkan kata lain selain beautiful. Bahkan sampai sekarang pun saya masih belum bisa move on dari buku ini. Jostein Gaarder memang selalu berhasil menyajikan cerita anak dengan memukau dan berisi. :')Mengisahkan tentang Cecilia, seorang gadis yang pada Natal tahun itu terbaring sakit berat (kanker, tapi saya kurang paham kanker apa). Dia menghabiskan sebagian besar waktu di kamar dan cuma pada saat-saa [...]

    23. Setelah melalui perjalanan waktu yang lama sejak direkomendasikan oleh Nurul sekitar bl. februari'09 akhirnya buku ini bisa diperoleh di tempat yang tidak terduga yaitu di sebuah TB di RS Harapan Kita wah senangnya !Kisah pertemuan antara Cecilia seorang gadis kecil yang sedang terbaring sakit dengan sosok malaikat bernama Ariel yang 'bertugas' sebagai pendamping anak-anak yang sedang sakit parah. Dialog diantara mereka walaupun diutarakan dengan bahasa sederhana seorang gadis kecil tetapi sarat [...]

    24. Can you blame me if I want something less, well, divine from this story? It is Josten Gaarder's first book I've ever read, and I don't feel like reading her other book. It was a good read, but I was bored and I wasn't feeling anything when I read this.What helps me through is my curiosity to Cecilia and Ariel's ending. But then again, the whole book made me think some stupid questions like, "hell, what in the world is Cecilia thinking?" or "what is she doing?" or worse, "why is she such a grim g [...]

    25. Before I started reading this book, I knew I could expect lots and lots of philosophic thoughts in a book by Jostein Gaarder. I knew it would make me think about things I will never understand and maybe even don't want to understand. Nevertheless I started reading this little book "Through a glass, darkly".Though the story is a little dark and sad, there are some deep thoughts in it. Most of these thought are really Christian ideas about heaven and God. I believe that non-Christian people won't [...]

    26. "Did you know that something can be so nice it almost hurts?" Because you can't run away from your own souls. You can't bite your own tails. Or perhaps that's exactly what you do: you bite your own tails until you shout and scream in fear and terror."Flesh and blood are no more than earth and water, after all. But God has breathed some of his spirit into you. That is why there is a part of you that is God" The book has aroused that inescapable feeling of being lost in my ignorance.I felt like WH [...]

    27. Li este livro mais uma vez, de uma assentada, numa noite de insónias, depois de uma maratona de estudo, a olhar para o ecrã de um computador. Não me lembrava de estar tão mal traduzido, especialmente porque sempre gostei muito dele, tanto que nomeei duas personagens de livros meus por causa das raparigas que entram nesta obra. No entanto, gostei, como das outras vezes. Faz-me pensar, a mim, que já sou uma pensadora de grau 10 elevado a trinta, ir mais fundo. Pena estar mal traduzido. Tenho [...]

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *